Hanya dengan 4 Pertanyaan Ini Kami Bisa Tahu Kepribadianmu!
Fakta Unik Unik
2. Kamu juga melihat seekor ikan yang terus berenang di sekitar putri duyung. Ikan apa itu? Apakah ikan tersebut berbahaya atau gak?
3. Kemudian kamu menyelam lebih dalam lagi. Sampai di dasar laut kamu melihat sebuah cangkang. Seperti apa bentuknya? Apakah biasa saja atau memiliki bentuk yang rumit?
4. Lalu kamu memutuskan untuk keluar dari laut. Kamu terus berenang hingga berakhir di pantai. Berapa banyak orang yang ada di sana?
Sudah kamu jawab semua? Apakah kamu siap melihat hasilnya? Cek yuk!
Warna ekor putri duyung itu menunjukkan sifat kamu. Jika kamu memilih warna tenang atau sejuk seperti hijau atau biru berarti kamu tipe orang yang pemalu. Jika kamu memilih warna cerah seperti pink atau kuning menunjukkan bahwa kamu orang yang supel, sekalipun dengan orang asing.
Ikan tersebut melambangkan bagaimana caramu menghadapi masalah. Jika kamu memikirkan ikan yang lucu dan gak berbahaya, kamu gak mempunyai masalah serius dalam hidup dan kamu sangat suka mengungkapkan pendapat. Sedangkan jika kamu membayangkan ikan berbahaya seperti predator, kamu orang yang suka menghindari konflik serta berargumen.
Cangkang mencerminkan tingkat keterbukaanmu terhadap orang sekitar. Kamu memikirkan kerang yang sederhana? Berarti kamu mudah untuk membuka diri terhadap orang di sekitarmu. Namun jika kamu memikirkan bahwa bentuk kerang tersebut rumit, kamu berarti orang yang cenderung tertutup.
Orang-orang di pantai itu menunjukkan berapa banyak teman yang kamu miliki. Jika kamu membayangkan pantai tersebut penuh dengan orang, maka kamu orang yang benar-benar diharapkan kedatangannya dalam sebuah pesta. Jika kamu membayangkan hanya ada beberapa orang, kamu memiliki sedikit teman tapi mereka benar-benar dekat denganmu. Sedangkan jika kamu membayangkan hanya ada dirimu seorang di pantai itu, kamu adalah tipe orang yang sama sekali gak mudah percaya dengan orang lain. Hal ini lah yang membuatmu susah untuk mencari teman.
Bagaimana hasilnya sesuai dengan dirimu gak?
Sumber idntimes






Kalau zaman dulu gak ada yang namanya google maupun wikipedia, karena itu anak zaman itu susahnya minta ampun cari sumber. Namun beruntunglah beberapa penerbit buku menerbitkan buku pengetahuan yang dapat digunakan mulai dari anak SD hingga anak SMA. Ya, buku itu tidak lain si RPUL, RPAL dan PPUL. Semua siswa wajib baca dan punya buku-buku ini. Mulai dari nama negara hingga kurs mata uang ada semua di buku ini. Mau jago di mata pelajaran IPA maupun IPS, ya harus punya buku-buku ini. Oleh karena itu, bisa disebut anak sekolah tahun 90-an sebagai generasi pembawa buku. Bisa dibilang tiga buku itu sebagai sumber pengetahuannya anak-anak masa itu.
Boro-boro ada google maps, tahu namanya Google saja kayak mustahil. Alhasil anak zaman dahulu kudu maksimal untuk hal-hal yang berhubungan dengan peta, dalam hal ini adalah pelajaran IPS khususnya masalah denah dunia dan semacamnya. Jadinya anak generasi 90-an pun beli buku yang mencakup peta seluruh wilayah dunia. Dan ya, Atlas menjadi buku paling laris yang selalu jadi rebutan anak 90-an. Selain mencakup seluruh peta yang ada di dunia, juga ada pakaian daerah dan serta rumah ada di Indonesia. Jadi kalau mau jago dalam masalah IPS, kamu wajib memiliki buku yang satu ini.
Entah apa yang membuat kamus di zaman itu selalu diberi embel-embel milyar di belakangnya. Ada yang satu milyar, dua milyar dan seterusnya. Namun hal tersebut bukan sebuah masalah, karena yang paling penting adalah buku tersebut telah membantu kita semasa kecil. Ada yang versi mini ada pula yang beratnya luar biasa gak karuan. Alhasil para siswa waktu itu jadi pada bungkuk gara-gara harus bawa banyak buku. Tapi apalah daya dari pada waktu pelajaran bahasa Inggris kita nggak tahu apa-apa.
Kalau yang satu ini jadi buku wajibnya seluruh anak 90-an. Karena pada masa itu, semua harus wajib belajar PPKN ini, pastinya sudah menjadi sebuah keharusan untuk memilikinya. Bahkan kalau ada yang tidak sanggup beli atau tidak mau beli, maka harus maka terpaksa meminta buku hibah dari kakak kelas. Banyak sekali yang menggunakan cara seperti itu, buku ini memang surganya pengetahuan yang berhubungan dengan pengetahuan Pancasila. Kalau jaman sekarang, hampir tidak ada lagi buku yang serupa itu. Sudah ada internet, tinggal broswer saja apa yang mau dicari.
